Waspada Efek Pola Asuh dari usia 0-5 Tahun!

Waspada Efek Pola Asuh dari usia 0-5 Tahun!
Sahabat bunda, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Efek Pola Asuh 0-5 Tahun karena ini akan berdampak pada kehidupan kita. Pada saat 0, ini artinya ketika dua manusia yang berbeda jenis kelamin menikah dan sekarang yang jadi permasalahannya adalah sahabat bunda punya anak itu sudah menikah atau belum? Apakah MBA (Married by Accident)? Atau sahabat bunda bisa mengasuh anak sendiri tanpa kehadiran seorang ayah dengan cara mengadopsi anak atau juga dengan sengaja mengamilkan diri, karena saat ini didunia barat sana sudah menjadi trend tersendiri dimana perempuan yang menginginkan seorang anak tanpa menikah, yaitu dengan cara mengambil sperma di bank sperma dan menghamilkan dirinya karena mereka merasa tidak membutuhkan pasangan karena dengan adanya pasangan akan membuatnya repot. 

Sekarang kita akan bahas fenomena ini. Saat terjadi sebuah pembuahan dalam badan seorang perempuan, sebenarnya mau itu sperma dari suaminya atau sperma dari luar yang bukan suaminya itu akan berpengaruh ke janin itu terutama adalah sifat dan karakter dari kedua orangtua ini, makanya kenapa harus diikat dengan tali pernikahan supaya halal dan ketika berhubungan dengan cara yang ikhsan dan  kemudian anak yang terjadi juga dengan kondisi yang baik dan emosinya terpenuhi. Sahabat bunda bayangkan ketika anak ini terjadi karena MBA atau dengan cara yang lagi trending sekarang yaitu dengan menghamilkan diri. Dua orang yang dihalalkan saja, menikah kemudian punya anak itu masih punya masalah berat kedepanya untuk mengurus anak, apalagi kalau anak ini lahir tanpa kehadiran seorang ayah yang bertanggung jawab atau dengan sengaja menghamilkan diri maka akan jauh lebih menderita si anak tersebut. Makanya jangan heran kalau hari ini mungkin banyak sekali orang-orang yang menggampangkan sekali perselingkuhan dan seks bebas karena sejak kecil mereka tidak punya rasa dilayani sama orangtua, diberi nafkah lahir dan batin. Sekarang bahayanya apa ketika dia tidak memiliki peranan penting ibu dan bapak? Ketika anak menangis pernah tidak sahabat bunda mendengar pernyataan "biarkan saja anak menangis yang lama agar paru-parunya sehat".  Sebenarnya it's a big NO, yang kita bicarakan disini bayi ya sahabat bunda, jadi boleh sahabat bunda biarkan anak menangis tapi jangan terlalu lama. karena pada dasarnya bayi juga membutuhkan belaian dan sentuhan dari kedua orantuanya bukan hanya dari ibu saja melainkan ayahdari bayi tersebut juga. Jadi ketika dalam kandungan dia perlu ada dua orang yang bertanggung jawab yang menyentuh dia, yang mendoakan dia dan menyempurnakan perjalananya sampai dia lahir kedunia dan dia juga merasa ada yang menunggunya, yaitu kedua orangtuanya itu bahagianya luar biasa. Ketika janin tersebut masih dalam kandungan dia tahu dan merasa ketika dia tidak akan ditinggalkan dan tahu bahwa dia tidak akan di reject. 

Ketika usia kandungan 0 samapi 9 bulan mereka berhak mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya. Dan ketika orang-orang di luar sana banyak yang berbuat tidak senonoh seperti married by accident dan lain sebagainya yang haram dan jelas dilarang oleh Allah SWT, maka kalian adalah orang-orang yang sudah menghancurka satu masa depan dan hidup manusia. 

Dalam usia 6 bulan sampai 1 tahun, ketika dia menangis jangan biarkan terlalu lama karena setiap bayi yang saat kecil dia menangis terlalu lama dan ibunya seperti ignore, lantas apa yang terjadi ketika dia beranjak dewasa? Dia akan jadi orang yang banyak fail, dia akan jadi orang yang banyak ragu, banyak merasa tidak bisa, jadi orang yang gampang ngambek. Karena waktu kecilnya saja dia sudah belajar bahwa dia tidak disayang, dia di ignore dan jangan salah kalau saat dia dewasa nanti mungkin dia akan selalu di recejt oleh orang-orang yang dia pikir dia sayang.

Ketika usianya sudah menginjak 1-5 tahun dia harus dekat dengan sosok seorang ibu, bukan berarti ayahnya tidak boleh dekat dengan sang anak ya sahabat bunda, itu dikarenakan dia butuh sentuhan secara lahir dan bathin oleh ibunya. Kalau anak ini tidak mendapatkan porsinya yang tepat, dia akan menjadi anak yang lonely ketika dia dewasa nanti, dia akan memenuhi dunia dengan kesuraman, dia akan memenuhi dunia dengan rasa pesimisnya. So, ketika anak dalam usia 1-5 tahun saran saya jangan terlalu banyak memberikannya ke pengasuh, kalau sahabat bunda adalah wanita karir itu tidak akan menjadi masalah karena sahabat bunda tidak harus setiap menit dan setiap jam memberikannya sentuhan, tapi sahabat bunda harus feel dan buat anak tersebut secure bahwa ketika anak tersebut jatuh dia tahu bahwa ada ibunya yang akan menangkap, kalau dia berbuat kesalahan maka ada ibunya yang akan memberikan omelah sebagi koreksi. Bagaimana dengan sosok seorang ayah? Tugas seorang ayah ketika anaknya dalam usia tersebut harus bisa memeberikan rasa secure dan kenyamanan. Secure disini dalam artian ketika anak sedang bermain, tidak harus dengan ibunya mereka butuh keduanya saat bermain. Seperti ketika sang anak sedang bermain sepeda, sosok ayah yang harus memegang sepedanya bukan ibu, itu memberikan pemikiran kepada sang anak bahwa my father is my hero bahwa ayah saya selalu ada disitu dan ketika sang anak mendapat juara sosok ayah juga yang harus pertama kali memberikannya selamat setelah itu baru ibu. Sebenarnya untuk hal-hal dalam bidang prestasi dan ketika dia belajar bagus dia membutuhkan pengakuan dari seorang ayah, tapi ketika sang anak hasil belajarnya down, maka disitulah yang pertama dibutuhkan adalah sosok seorang ibu.

Sahabat bunda dalam usia golden age di atas, sebisa mungkin harus bisa memberikan yang terbaik kepada sang anak. Tidak harus membentak anak, tapi sahabat bunda bisa memarahi anak, tidak harus mengatur anak tapi sahabat bunda bisa mengarahkan anak . Hidup ini singkat, so hidup 0-5 tahun harus bermanfaat.

Sahabat bunda, demikian postingan saya kali ini tentang Efek Pola Asuh dari 0-5 Tahun.  Semoga membantu dan bermanfaat.


0 Response to "Waspada Efek Pola Asuh dari usia 0-5 Tahun!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel